Helikopter PK-RGH Ditemukan, Dandim 1022 Tanbu Sampaikan Laporan Evakuasi

Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu – Proses panjang pencarian helikopter BK117-D3 PK-RGH milik PT Eastindo Air yang hilang kontak sejak Senin (01/9) akhirnya membuahkan hasil.
Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu, Letkol Inf Zierda Aulia Salam selaku Koordinator Satgas Aksi Cepat Tanbu, melaporkan secara langsung jalannya operasi pencarian dan evakuasi dari Posko Satgas Aksi Cepat di Kecamatan Mantewe, Rabu (04/09/2025).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, serta unsur Forkopimda dan pihak terkait lainnya.

Dalam laporannya, Letkol Inf Zierda menjelaskan bahwa sejak Selasa pagi, tim SAR gabungan memusatkan pencarian di dua titik koordinat, yakni lokasi terakhir hilang kontak dan titik hilang sinyal.
Medan di titik pertama relatif lebih mudah sehingga bisa disisir dalam waktu setengah hari. Sementara titik kedua yang berada di lereng gunung membutuhkan persiapan lebih termasuk bekal logistik.
Dalam prosesnya, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Damkar, relawan, hingga elemen masyarakat bekerja sama dengan dukungan perlengkapan radio hingga satelit.
“Alhamdulillah pada hari Selasa, pencarian darat dan udara difokuskan di area lereng gunung. Awalnya belum ada hasil, namun siang hari kami mendapat informasi dari KNKT bahwa posisi terakhir heli diperkirakan berada di balik lereng,” ungkapnya.
Instruksi pun diberikan kepada pasukan tim darat untuk menyisir lebih jauh. Hingga akhrinya ada pukul 14.45 WITA, tim darat berhasil menemukan kepingan badan helikopter. Namun karena kondisi geografis, relawan belum bisa melaporkan langsung posko.
Pencarian udara yang dilanjutkan pada pukul 16.30 WITA memperkuat adanya tanda-tanda reruntuhan helikopter dan bekas terbakar di sekitar bukit.
“Alhamdulillah, setelah diverifikasi, koordinat penemuan tim darat sesuai dengan tim udara. Malam harinya, pasukan TNI-Polri dan Basarnas berjaga sekitar lokasi tidak diganggu hewan buas, sementara Rabu pagi ini pasukan evakuasi diberangkatkan,” jelasnya.
Dilaporkan Dandim setidaknya total 425 personel terlibat dalam operasi pencarian helikopter tersebut yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Damkar, hingga mahasiswa, dan relawan masyarakat.
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Ini merupakan hasil jerih payah kita bersama. Saya mewakili Forkopimda Kalsel mengucapkan terima kasih atas jerih payah semua pihak selama tiga hari terakhir, sehingga helikopter yang hilang bisa ditemukan,” ujarnya.
Meski demikian, Pangdam menegaskan tugas belum selesai. Jenazah korban yang ditemukan harus segera dievakuasi dan menjalani pemeriksaan forensik sebelum akhrinya diserahkan kepada keluarga.
Dari data yang dihimpun, terdapat tiga korban berkewarganegaraan asing (Brasil, Australia, dan India), sementara lainnya merupakan WNI. (Fer/red).