Lurah Perempuan Pertama Di Tanah Bumbu Resmikan Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1439

Lurah Perempuan Pertama di Tanbu Resmikan Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1439 H

Lurah Tungkaran Pangeran, Rima Anita Susanti saat prosesi pemotongan pita acara Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan

Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu –  Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming, Yang Diwakili Oleh Lurah Tungkaran Pangeran, Hj. Rima Anita Susanti, SE, Meresmikan Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1439 H, Kamis (17/5).

Kegiatan ditandai dengan pengguntingan pita oleh Lurah perempuan pertama di Tanah Bumbu tersebut di Depan Kantor Kelurahan Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat. Pasar  Wadai Ramadhan ini diselenggarakan oleh RT se-Kelurahan Tungkaran Pangeran.  Peresmian pembukaan pasar wadai dihadiri oleh Habib Sulaiman Al-Idrus, Sekcam Simpang Empat Syamsuddin, perwakilan Koramil dan Polsek, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan penuh sepanjang Ramadhan 1439 H. Pasar wadai buka dari pukul  15.00-18.00 WITA,” jelas Rima. Menurutnya, pihak RT sebagai pengelola Pasar Wadai menyediakan sebanyak 35 stand yang menjual aneka macam jenis kuliner khas ramadhan mulai dari kue  tradisional hingga menu untuk berbuka puasa. Dengan diadakannya Pasar Wadai Ramadhan ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga  dilingkungan Kelurahan Tungkaran Pangeran. Disamping itu, dengan adanya pasar wadai ini diharapkan pula membantu warga masyarakat  dalam memenuhi kebutuhan kuliner berbuka puasa.

“Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Semoga pedagang di Pasar Wadai Ramadhan ini selalu bertambah rezekinya”, Harapnya seraya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mardani H. Maming dan Wakil Bupati Sudian Noor yang turut mendukung kegiatan Pasar Wadai Ramadhan di Kelurahan Tungkaran Pangeran.

Di Pasar Wadai Tungkaran Pangeran ini terdapat berbagai  jenis makanan khas tradisional seperti kue bingka, amparan tatak, puteri salat, kararaban, kekelepon, bingka berandam, bubur hintalu karuang, bubur gunting, dan kue khas lainnya. (rel/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top