Masyarakat Pulau Burung Ingin Daerahnya Jadi Kawasan Wisata 

Desa Pulau Burung

Tanah bumbu- Kabupaten Tanah  Bumbu ternyata menyimpan pesona  pulau yang tidak kalah menarik dengan pulau wisata di belahan nusantara lainnya. 

Meski lokasinya terpisah dari daratan pusat kota Kecamatan Simpang Empat. Namun saat  menuju pulau ini  cukup di butuhkan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan speed board dari pelabuhan setempat.


Melihat dari suasananya, cukup  representatif  untuk keluarga. Sebab disamping dermaga pulau ini sudah terpasang 5 buah Gajebo yang terbuat dari kayu ulin berukuran 5 x5 persegi meter ditiap unitnya. 


Kemudian Desa yang di huni 275 penduduk ini berhadapan dengan pulau Sewangi.Ditambah keindahan lainnya turut dikelilingi hutan Mangrove.


“Kami  sekaligus  mengembangkan wisata Mangrove disini ,justru itulah warga kami menginginkan pulau ini kedepannya akan menjadi tempat wisata baru di Tanah Bumbu,” kata Kepala Desa Pulau Burung,”Syaidina belum lama tadi.


Saat ini ungkap Syaidina, pihak nya terus berbenah dengan mengandalkan dana desa. Untuk berupaya agar Pulau ini akan menjadi kunjungan pihak luar maupun warga lokal.


“Prioritas dalam waktu dekat kami akan menyiapkan kapal wisata dengan biaya murah, sehingga memudahkan warga yang akan mengunjungi pulau ini,”imbuhnya. 


Helmi tokoh warga setempat sangat berharap adanya pengembangan wisata di pulau ini. Setidaknya akan memberi dampak ekonomi masyarakat di sini. 


Menurutnya,  Warga disini tak hanya berprofesi sebagai nelayan, selain itu sebagian warganya juga punya keahlian mengembangkan kerajinan berupa kain Sasirangan ciri khas di sini.  


“Dengan adanya kunjungan wisata disini diharapkan kerajinan warga disini akan berkembang dan berdampak pada pendapatannya,”tandasnya. 


Senada dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kab. Tanah Bumbu Hamalludin Taher Pihaknya mendukung atas inovasi Desa terkait pengembangan kawasan wisata.


Dia berkeyakinan, Desa Pulau Panjang akan menjadi perhatian masyarakat luar maupun lokal akan keindahan wisatanya. Jika itu serius di kelola oleh masyarakat setempat.


“Kami yakin Desa bisa mengembangkan potensinya melalui dana desanya hingga berdampak pada PAD Desa nya. Jika itu mulai berkembang, kedepannya kami akan  berupaya merumuskan anggaran demi pengembangan wisata pulau itu,” pungkasnya. (Rel/w/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top