Angka Stunting di Tanah Bumbu Terendah

Angka Stunting di Tanah Bumbu Terendah


Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu – Keberhasilan para insan kesehatan di Kabupaten Tanah Bumbu dalam menjaga dan terus menekan angka stunting hingga menjadi terendah mendapat apresiasi tinggi.

Refleksi atas pencapaian program pencegahan stunting melalui perbaikan gizi masyarakat adalah juga dengan desiminasi pengkinian informasi gizi dalam pencapaian upaya dan kerja perbaikan gizi yang sudah dilakukan oleh insan kesehatan.

Guna mengapresiasi terhadap upaya dan kerja keras, khususnya insan pergizian di Tanah Bumbu, serta momentum memasyarakatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga dalam mencapai Indonesia Sehat, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan Desiminasi Pencegahan dan Penanggulangan Stauting dalam 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Gedung TP PKK Tanah Bumbu, Simpang Empat, Kamis (06/12).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi baru nampak setelah anak berusia 2 tahun.

H. Rahmatullah melaporkan “Desiminasi Pencegahan dan Penanggulangan Stanting dalam 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) ini bertujuan untuk meningkatakan kualitas penanganan terhadap penderita Stunting di Tanah Bumbu, dengan harapan semua dinas terkait bisa terus aktif dalam medeteksi gejala penderita stanting, sehingga masyarakat di Tanah Bumbu akan bebas dari penderita Stunting.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Rooswadi Salem, saat membuka acara mengatakan, berdasarkan tim evaluasi yang dibentuk, dengan adanya PSN (Program Strategis Nasional) kita perlu melakukan Desiminasi Pencegahan dan Penanggulangan Stanting secara lebih tepat sasaran, agar masyarakat Tanah Bumbu menyadari bahwa di usia 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) bagi bayi dan anak balita sangat rentan menderita stunting.

Selanjunya Rooswadi menambahkan, dengan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan tingkat penderita Stunting di Tanah Bumbu akan semakin menurun bahkan tidak ada lagi, oleh karenanya bagi petugas kesehatan dan dinas terkait harus lebih intents melakukan pedataan terhadap masyarakat yang berpotensi menderita Stanting.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H. Rooswandi Salem dengan nara sumber dari Dinas Kesehatan Propinsi Kalimatan Selatan dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Seluruh Kepala Puskesmas Se Tanah Bumbu dan beberapa perwakilan dari SKPD, dan 150 peserta. (rel/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top