Pengajian Rutin, Majelis Lailatul Jumat Datangkan Dai Asal Makassar

Pengajian Rutin, Majelis Lailatul Jumat Datangkan Dai Asal Makassar

Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali menggelar pengajian rutin di Malam Jumat melalui Majelis Lailatul Jumat yang dilaksanakan bertempat di Masjid Nurussalam Darul Azhar Jl. Batu Benawa, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (27/01/2022).

Adapun pada pengajian kali ini panitia penyelenggara mendatangkan Ustad H. Encik Muhammad Jamil Budiman, S. Ag., M. A., yang merupakan Da’i yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan

Nampak berhadir secara langsung Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, Dandim 1022/Tanah Bumbu Letkol Cpn Rahmat Trianto, Sekretaris Daerah H. Ambo Sakka, Ketua MUI Tanbu KH Suhuful Amri, para pejabat SKPD di lingkup Pemkab Tanbu, tokoh agama serta masyarakat.

Diketahui kegiatan Majelis Lailatul Jumat ini dimulai dengan Salat Magrib dan Salah Hajat berjamaah, penampilan Maulid Habsyi, Salat Isya berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama.

Dalam sambutannya, Bupati HM Zairullah Azhar mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan silaturahim seperti ini tiada lain sebagai sarana dalam memperoleh ridho dan keberkahan dari Allah swt.

Bupati berharap kedatangan Ustad H. Encik Muhammad Jamil Budiman dalam mengemban misi-misi dakwah dapat meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.

Lebih daripada itu Zairullah juga berharap agar kegiatan Majelis yang diadakan rutin setiap Malam Jumat ini dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada warga Tanah Bumbu tentang bagaimana nantinya Kabupaten ini akan dibangun.

“Oleh karena itu kepada seluruh jamaah izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih atas berkenannya kehadiran kita disini, yang sekaligus menjadi bentuk perhatian dan kontribusi kita kepada anak anak kita di Istana Anak Yatim,” ungkapnya.

Sementara itu mengawali tausiyahnya, Ustad H. Encik Muhammad Jamil Budiman mengajak kepada para jamaah untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah seperti nikmat kesehatan, nikmat iman, serta nikmat rezeki.

“Semua nikmat telah diberikan Allah swt. kepada kita, apa konsep ayatnya? Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban. Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan,” ujarnya.

Ia mencontohkan kehadiran para jamaah di tempat yang penuh keberkahan guna mengikuti kegiatan Majelis seperti ini tentu tidak lepas dari adanya nikmat kesehatan. Terlebih disebutkan bahwa kedudukan pahala yang Allah berikan kepada mereka yang hadir pada Majelis Ta’lim, lebih besar daripada melakukan Salat Sunnah 100 rakaat.

“Untuk itu penting bagi kita mensyukuri nikmat jika tidak akan bahaya, apa ancamannya? Laaziidannakum wa laing kafartum inna ‘azabi lasyadid. Kalau kamu bersyukur kata Allah akan aku tambah nikmat tapi jika kamu ingkar awas,” kata Ustad Encik.

Ia menyebutkan bahwa banyak orang kaya yang masuk surga karena hartanya, dan sebaliknya banyak orang kaya yang masuk neraka juga karena hartanya. Mengapa bisa demikian karena sebagian dari mereka adalah orang-orang yang tidak bersyukur.

Oleh sebab itu di momen yang berharga tersebut Ustad Encik mengajak kepada para jamaah untuk gemar bersyukur mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan. (Fer/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top