Bingung Bayar Hutang, Penjual Sayur Gantung Diri

Bingung Bayar Hutang, Penjual Sayur Gantung Diri

Obsesirakyat.com, Nganjuk – Pinjaman atau hutang pada ‘bank titil’ alias rentenir ibarat fenomena gunung es. Makin ke bawah makin tebal lapisan esnya dan makin dingin.

Hal itu pula yang terjadi jika kita ambil pinjaman uang pada rentenir. Mudah syaratnya tapi sulit lepasnya dan kian hari kian mencekik bunga tagihannya jika tidak segera dilunasi.

Hal tersebut pula yang dirasakan Yu Karjinem(40) warga Dusun Selo Kulon Desa Selorejo Kecamatan Bagor ini.

Wanita yang sehari-harinya berdagang sayur keliling kampung ini tampaknya juga kebingungan bayar tagihan pinjaman bank titil atau lazim disebut ‘bank kliwonan’ karena biasanya menagih tiap hari pasaran Kliwon.

“Wanita bakul sayur itu pertama kali ditemukan adik iparnya Sugeng(35) dalam kondisi sudah menggantung pada atap bambu kandang ayam dengan menggunakan tali tampar berwarna hijau, Rabu (19/10/2022) sekitar pukul 08.00 WIB” ungkap Kapolsek Bagor Iptu Sugino yang mendampingi Tim Inafis Polres Nganjuk dan Kasie Humas Polres Nganjuk Iptu Supriyanto.

Menurut keterangan Sugeng, awalnya ia mendengar suara. Dan menurut keterangan adik ipar korban, Sugeng, awalnya ia mendengar suara, “kletek..kletek..” seperti bunyi orang membuka grendel pintu. Lalu sesaat kemudian, Sugeng menuju kandang ayam untuk memberi makan pada pagi hari pukul 08.00 WIB.

Alangkah kagetnya ia, saat melihat kakak iparnya sudah tergantung di atap bambu kandang ayam, dengan posisi kaki kanan masih menyentuh tanah.

“Sontak ia langsung teriak-teriak histeris dan berusaha minta tolong warga sekitar. Namun, saat Tim Inafis/Identifikasi dari Polres Nganjuk beserta Polsek Bagor datang ke TKP, kondisi korban sudah Meninggal Dunia dan tak dapat diselamatkan nyawanya,” imbuh Supri.

Keluarga korban mengakui, jika beberapa hari ini korban mengatakan jika ia bingung bayari tagihan hutang pada bank kliwonan itu karena hasilnya jualan tak seberapa karena banyak barang-barang yang mahal, sedangkan pembeli sepi dan masih banyak yang hutang pula. (Gung/red2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top