Kesbangpol Tanbu dan BNPT Kalsel Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanah Bumbu berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Kamis (25/9/2025).
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan Pengukuran Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN) untuk memetakan potensi keamanan di wilayah Tanah Bumbu.

Acara tersebut diikuti oleh unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Aparat Penegak Hukum (APH), serta organisasi kepemudaan setempat.
Tiga pemateri utama hadir memberikan paparan, yakni Ketua BNPT Kalimantan Selatan Muhammad Fauzi, Kepala Seksi Intel Kodim 1022/Tanah Bumbu Lettu Inf Gabriel Langsat, dan Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Pol. Nurullah.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif dalam sambutannya yang dibacaka Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, I Putu Wisnu Wardana, menegaskan bahwa radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman nyata sehingga perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Sosialisasi ini penting untuk memberi wawasan kepada masyarakat tentang cara menangkal paham radikal. Hasil pengukuran IKN juga akan menjadi acuan Pemkab dalam menentukan kebijakan pencegahan,” ujar Wisnu.
Sementara itu, Ketua BNPT Kalimantan Selatan, Muhammad Fauzi, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dari pengaruh paham radikal.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme,” jelasnya.
Selain menerima materi, para peserta juga terlibat dalam diskusi strategi dan langkah konkret untuk mencegah penyebaran paham terorisme di masyarakat.
Sebagai informasi, pembentukan BNPT didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme yang kemudian diperbarui dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2012.
Lembaga ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam upaya menanggulangi ancaman terorisme di Indonesia. (Fer/red).