19 Mart Resmi Dibuka di Desa Manunggal, Koperasi KSU BMT Bersujud Manunggal Kembangkan Usaha Ritel

19 Mart Resmi Dibuka di Desa Manunggal, Koperasi KSU BMT Bersujud Manunggal Kembangkan Usaha Ritel

Obsesirakyat.com, Tanah Bumbu – Koperasi Konsumen Serba Usaha (KSU) BMT Bersujud Manunggal resmi membuka unit usaha ritel bernama 19 Mart di Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Minggu (19/07/2026).

19 Mart berlokasi di Jalan Transmigrasi RT 1 Desa Manunggal, tepat di depan Puskesmas Batulicin I. Kehadiran minimarket ini menjadi salah satu langkah koperasi dalam memperluas usaha dan meningkatkan pelayanan kepada anggota serta masyarakat sekitar.

Pengawas Koperasi KSU BMT Bersujud Manunggal, Masidi, dalam sambutannya mengisahkan perjalanan panjang berdirinya koperasi yang dimulai pada 19 Maret 2006. Saat itu, ia masih menjabat sebagai Kepala Desa Manunggal.

“Perjalanan ini adalah perjuangan panjang. Mimpi yang sama, doa para tokoh agama, anggota, dan tokoh masyarakat akhirnya dapat kita wujudkan hari ini dengan membuka 19 Mart,” ujar Pria yang kini telah berusia 81 tahun tersebut.

Masidi mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk meramaikan 19 Mart dengan berbelanja di sana. Menurutnya, di era digital dan globalisasi saat ini, koperasi harus terus mencoba dan bersaing agar tetap berkembang.

“Di usia koperasi yang ke-20 tahun ini, saya berharap semangat anak-anak muda yang masih energik dapat membawa koperasi ini semakin maju,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Karang Bintang Irwan melalui Kasi Pemerintahan Saiful Anas menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas peresmian 19 Mart.

Ia menilai kehadiran minimarket tersebut menjadi bukti perjuangan pengurus koperasi sejak tahun 2006 dalam mendukung perekonomian masyarakat dan meningkatkan taraf kemakmuran warga.

“Alhamdulillah, menurut saya ini merupakan salah satu yang terbaik di tingkat kabupaten. Mudah-mudahan ke depan dapat berkembang di desa-desa lain sehingga semakin maju dan inovatif,” katanya.

Diharapkan keberadaan 19 Mart dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan lokal seiring dengan perkembangan usahanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (KUMP2) Kabupaten Tanah Bumbu, Eryanto Rais, melalui Pelaksana Bidang Koperasi Syahril.

Pemerintah Daerah berharap peluncuran 19 Mart bukan sekadar membuka toko, tetapi menjadi simbol transformasi koperasi untuk bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

“Pemerintah terus mendorong koperasi agar menjalankan usaha tidak hanya secara konvensional, tetapi juga lebih luas dan modern. Saya berharap 19 Mart dapat menjadi contoh kemajuan koperasi di Tanah Bumbu,” ujar Kepala Dinas KUMP2.

Ia juga berpesan kepada pengurus agar menjalankan amanah anggota dengan baik sehingga koperasi dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi koperasi lain.

Pengawas Koperasi KSU BMT Bersujud Manunggal, Muhsin, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pembukaan 19 Mart merupakan bagian dari program kerja koperasi untuk mengembangkan usaha ritel yang dinilai memiliki risiko lebih minim.

“Sebelumnya koperasi memiliki usaha simpan pinjam dan pangkalan elpiji. Ini pertama kali kami membuka usaha ritel, dan ke depan akan dievaluasi selama satu tahun. Jika hasilnya baik, kami berencana membuka cabang di tempat lain,” jelasnya.

Dalam pengelolaannya, KSU BMT Bersujud Manunggal bekerja sama dengan Sanjaya Retail dalam penyediaan aset peralatan serta pendampingan karyawan selama satu bulan.

Saat ini, 19 Mart mempekerjakan lima karyawan dan jumlah tersebut akan ditambah sesuai perkembangan usaha, dengan tetap mengutamakan tenaga kerja lokal.

Ketua Koperasi KSU BMT Bersujud Manunggal, Supriyadi, mengungkapkan bahwa nama 19 Mart diambil dari tanggal berdirinya koperasi, yaitu 19 Maret 2006.

Selain itu, saat pendirian akta notaris, dari 42 pendiri yang tersisa sebanyak 19 orang, sehingga angka tersebut dijadikan identitas minimarket.

“Kami berharap nama 19 Mart membawa berkah bagi kita semua. Semboyan kami adalah ‘Lebih Nyaman dan Berkah’, sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman dan mendapatkan keberkahan,” tuturnya.

Peresmian 19 Mart ditandai dengan doa bersama, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur, serta pemotongan pita.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan pengawas koperasi, perwakilan dinas terkait, pihak Kecamatan, Kepala Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mencoba berbelanja di 19 Mart.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga membagikan potongan belanja kepada masyarakat, yakni 15 paket untuk anak yatim senilai Rp200 ribu, 100 paket untuk anggota koperasi dengan potongan Rp50 ribu, dan 100 paket untuk masyarakat umum dengan potongan Rp10 ribu tanpa minimal belanja.

Keberadaan 19 Mart kini menyediakan berbagai kebutuhan layaknya minimarket modern dan juga telah menerima pembayaran secara digital. (Fer/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *