Dilaporkan Hilang 5 Hari, Lansia Kertosono Ditemukan Tewas di Sungai Brantas

Obsesirakyat.com, Nganjuk – Situasi di sekitar jembatan Sungai Brantas, masuk desa Kutorejo, kecamatan Kertosono pada hari Selasa (15/9) sekira pukul 11.00 wib mendadak ramai.
Hal itu terjadi karena adanya temuan sesosok mayat yang tenggelam dalam posisi terapung di aliran sungai Brantas.

Mayat sesosok pria tua yang sudah lansia itu adalah AM, atau yang biasa dipanggil ‘mbah Man’ , seorang pekerja Buruh Harian Lepas berusia 73 tahun,asal dari desa Kutorejo yang pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja bernama RW, 36, karyawan swasta asal dari desa Sawahan, kecamatan Lengkong saat istirahat usai melakukan pekerjaan penambalanl lubang aspal jalan di lokasi yang masuk desa Kutorejo. Dirinya mengaku kaget dan curiga dengan adanya sesuatu yang kelihatan seperti mayat manusia yang mengapung di aliran sungai Brantas.
Seketika ia laporkan ke petugas Polsek Kertosono yang segera melakukan pengecekan di lokasi bersama dengan Tim dari BPBD serta berkoordinasi dengan pihak Bhabinsa plus Bhabinkamtibmas desa Banaran kecamatan Kertosono guna memastikan apakah temuan sesosok mayat itu ada hubungannya dengan informasi yang ada di masyarakat perihal orang tua yang dikabarkan ‘hilang dari rumah’ sejak hari Kamis (10/9) lalu.
“Ternyata benar, mayat yang ditemukan mengapung diatas aliran sungai Brantas dalam kondisi sudah mulai membusuk, dipenuhi belatung, kulit mengelupas itu adalah korban AM,” ungkap Kasie Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi.
“Saat ditemukan, korban mengenakan kaos berwarna hitam dengan motif gambar Semar, memakai kalung tasbih dan gelang kecil di lengan, tanpa ada identitas dan tidak ditemukan tanda luka bekas aniaya,” pungkas Kasie Humas Polres Nganjuk Iptu Fajar Kurniadi saat mendampingi petugas Polsek Kertosono sewaktu berikan informasi kepada awak media. (Gung/red2).